HUT ke-89 Kota Metro, H. Tb Ismail: Perangi Tawuran dan Narkoba, Rawat Budaya demi Metro Bermartabat

HUT ke-89 Kota Metro, H. Tb Ismail: Perangi Tawuran dan Narkoba, Rawat Budaya demi Metro Bermartabat

Sekilasberita || Metro — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro menjadi pengingat penting bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas moral, budaya, dan karakter generasi mudanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pendekar Banten Silat & Seni Debus Surosowan Lampung, H. Tb Ismail, S.H., dalam pernyataan sikapnya yang mengusung tema “Metro Kota Pendidikan: Jaga Adab, Rawat Peradaban”, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, usia 89 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah mengantarkan Kota Metro menjadi salah satu pusat pendidikan dan literasi di Provinsi Lampung. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga marwah dan masa depan kota tersebut.

“Metro harus tetap menjadi kota yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan berbudaya. Kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan adab dan moral,” tegas H. Tb Ismail.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan tiga pesan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Pertama, memperkuat upaya pencegahan tawuran pelajar dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

Menurutnya, status Metro sebagai Kota Pendidikan harus dijaga melalui penguatan pendidikan karakter, pengawasan keluarga, serta keterlibatan tokoh masyarakat dalam membina anak-anak muda.

“Jawara sejati bukan yang gemar memukul, melainkan yang mampu merangkul. Lebih baik berpeluh di gelanggang latihan daripada merugi di jalanan. Padepokan Surosowan Lampung terbuka bagi para pelajar yang ingin mengembangkan diri melalui seni bela diri, budaya, dan pembinaan akhlak,” ujarnya.

Kedua, H. Tb Ismail menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Ia menilai silat, debus, pantun, dan berbagai kearifan lokal merupakan warisan yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

Baca Lainnya:  Bersama Dinas Bina Marga, Karutan Evaluasi Pencegahan Banjir di Rutan Kelas 1 Medan

Untuk itu, pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan guna mendorong program ekstrakurikuler silat dan pendidikan budi pekerti di lingkungan sekolah.

“Cerdas secara intelektual adalah keharusan, tetapi mulia dalam adab adalah harga mati,” katanya.

Ketiga, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh adat, dan kalangan pendekar dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

H. Tb Ismail juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro dan jajaran Forkopimda atas upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi pembangunan mental dan spiritual agar kemajuan yang dicapai benar-benar membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Ketika umara, ulama, tokoh adat, dan jawara berjalan seiring, maka Metro tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga bermartabat dalam peradaban,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, H. Tb Ismail berpesan kepada seluruh pelajar Kota Metro agar terus mengejar prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan adab.

“Gapailah cita-cita setinggi langit, namun jangan tinggalkan salat dan akhlak. Prestasi tanpa adab akan kehilangan makna. Metro Beradab, Metro Bermartabat harus menjadi semangat bersama,” pungkasnya.

Dirgahayu Kota Metro ke-89. Semoga Kota Metro semakin maju dalam pendidikan, kuat dalam budaya, dan kokoh dalam persaudaraan demi terwujudnya masyarakat yang beradab, bermartabat, dan berdaya saing.

Dwi
Redaksi

Pos terkait

banner 468x60