Rumpin – SekilasBerita86.com, Bogor | Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Han Kemhan resmi menutup Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Metode Blended Learning Gelombang I Tahun 2026 pada tanggal 16 September 2026.
Pelatihan ditutup oleh Kapus Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra, dihadiri pula oleh perwakilan Kapus Jajaran BPSDM Han Kemhan, Kabid dan Widyaiswara Pusat Kompetensi Bela Negara.
Dalam sambutannya, Kapus Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan dengan metode blended learning memadukan pembelajaran secara daring dan tatap muka sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai dasar bela negara, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, serta kesiapan berkorban untuk bangsa dan negara.
Selain penguatan aspek pengetahuan, proses pembelajaran juga diarahkan pada pembentukan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai bela negara dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Peserta didorong untuk mampu menerapkan integritas, disiplin, tanggung jawab, loyalitas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika lingkungan strategis, termasuk tantangan di era digital.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami bela negara sebagai konsep, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN.
Sikap profesional dalam memberikan pelayanan publik, menjaga persatuan dan kesatuan, menaati peraturan perundang-undangan, serta berkontribusi secara optimal terhadap pembangunan nasional merupakan bentuk nyata bela negara di lingkungan birokrasi.
Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Han Kemhan akan terus berkomitmen mengembangkan penyelenggaraan pembinaan kesadaran bela negara yang relevan dengan kebutuhan ASN dan perkembangan lingkungan strategis.
Pemanfaatan metode pembelajaran berbasis teknologi melalui blended learning menjadi salah satu langkah adaptif dalam memperluas dan meningkatkan efektivitas pembinaan kesadaran bela negara, guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia aparatur yang profesional serta memiliki kesadaran bela negara yang kuat.







