Jakarta – SekilasBerita86.com | Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kementerian Pertahanan resmi ditutup pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah berlangsung selama 15 hari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembinaan dan penyebarluasan kesadaran bela negara kepada masyarakat.
Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, mulai dari pendalaman wawasan kebangsaan dan nilai-nilai dasar bela negara, teknik komunikasi, kepemimpinan, metodologi pembelajaran, penyusunan materi, hingga praktik fasilitasi dan microteaching.
Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk membentuk fasilitator yang mampu menyampaikan materi secara efektif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta yang dihadapi.
Dalam upacara penutupan, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigadir Jendral TNI Ferry Trisnaputra, S.E., M.A., M.S.P. menyampaikan bahwa Pelatihan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah panggilan untuk setiap individu agar lebih peduli terhadap tanah air.
Melalui berbagai materi yang telah disampaikan, kita diharapkan dapat memahami pentingnya nilai-nilai kebangsaan, patriotisme, dan cinta tanah air.
“Sebagai individu yang telah mengikuti pelatihan ini, saudara memiliki tanggung jawab lebih untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Setiap tindakan kecil kita, seperti berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mengedukasi orang lain tentang pentingnya bela negara, atau bahkan menyebarkan informasi positif di media sosial, dapat memberikan dampak yang besar.
Jadilah agen perubahan yang inspiratif.” Sambung Beliau.
Berakhirnya pelatihan bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan menjadi awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh di lingkungan tugas masing-masing.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak pembinaan kesadaran bela negara yang profesional, adaptif, komunikatif, dan berintegritas serta mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan pembinaan bela negara.







